O
rang sering bingung dengan perbedaan antara hypnosis dan hypnotherapy. Bahkan di luar negeri ada pelatihan hypnosis yang hanya satu hari namun berani memberikan sertifikasi CHt kepada pesertanya. CHt adalah singkatan dari Certified Hypnotherapist. Wow, saya tidak ingin menyinggung siapapun, mungkin trainernya sendiri yang bingung!!
Mari kita bandingkan dengan seorang sarjana psikologi (S1). Mereka sepanjang kuliah selama 4 – 5 tahun saja terkadang belum berani menamai dirinya sebagai terapist. Demikian pula seorang psikiater, mereka diharuskan praktek dibawah bimbingan ahli selama beberapa waktu untuk kemudian bisa “dilepas” sebagai seorang terapis kejiwaan.
Mari kita bandingkan dengan seorang sarjana psikologi (S1). Mereka sepanjang kuliah selama 4 – 5 tahun saja terkadang belum berani menamai dirinya sebagai terapist. Demikian pula seorang psikiater, mereka diharuskan praktek dibawah bimbingan ahli selama beberapa waktu untuk kemudian bisa “dilepas” sebagai seorang terapis kejiwaan.
Jadi apa bedanya hypnosis dan hypnotherapy. Secara ringkas, hypnosis adalah suatu metode untuk mengakses alam bawah sadar seseorang. Jadi hypnosis hanyalah cara atau metode atau teknik saja. Sementara itu, hypnotherapy adalah suatu terapi yang dilakukan dengan bantuan metode hypnosis. Jadi orang dibawa kedalam kondisi hipnosa, lantas di dalamnya orang tersebut dilakukan terapi.
Terapinya apa?
Tentunya semua terapi dalam hipnosis berangkat dari suatu diagnosis bahwa “penyakit” (dalam tanda kutip), ini disebabkan oleh permasalahan kejiwaan yang berakar di bawah sadar. jadi proses “penyembuhannya” juga harus dilakukan di level bawah sadar.
Kenapa kata penyakit diberikan dalam tanda kutip? Karena istilah penyakit dalam kejiwaan tidaklah 100% benar. kadang yang disebut penyakit itu hanyalah suatu penyimpangan (perbedaan) dengan orang yang dianggap normal. Terkadang yang dianggap penyakit itu juga sebenarnya adalah persoalan belajar yang salah.
Jadi dengan demikian yang disebut penyembuhan adalah bisa jadi adalah penyesuaian dengan apa yang disebut normal, atau bisa pula penyembuhan berati juga suatu prose re-learning (belajar kembali).
Nah, jika hendak memilih seorang hypnotherapist, perlulah dipastikan, apakah ia hanya seorang hypnotist atau benar-benar sekaligus juga terapis. Salah satu pertimbangannya adalah, jika misal ahli hipnosis itu memundurkan umur si klien (regression), kemudian terjadi suatu abbreaction, yakni proses teraksesnya memori traumatik di masa lalu (biasanya tidak sengaja), maka seorang terapis akan tahu bagaimana cara mengatasi dengan benar. Nah,kalau orang yang hanya belajar hipnosis namun tidak tahu terapi, apa yang bisa diharapkan darinya?
Sumber:http://ronnyfr.com/index.php/2007/02/20/hypnosis-vs-hypnotherapy-pilih-dengan-benar/
Pembaca,
Anda senang dengan artikel ini. Silahkan luangkan waktu untuk menuliskan pendapat atau komentar Anda di bawah ini.
Feedback Anda akan sangat berguna bagi kami.
Terima kasih…










0 komentar:
Posting Komentar